Daerah berdarah itu
dipencil dan dipenjara
sedang warga dunia
berpesta menghirup udara peradaban
anak-anakmu Gaza
mengutip sisa- sisa kelukaan
menahan derita kelaparan
menelan maksud kebuluran
dengan lidah kelat dan kering..
Di pinggir Gaza
pelabuhan menjadi sepi
tiada kelasi mundar mandir
dermaga terbungkam sunyi
menyaksikan lautan kehilangan warna
darah mengalir antara dentuman senapang
tanpa semboyan amaran
peluru dilucutkan menggila
membidik sasaran kaku
tubuh-tubuh syuhada
terbujur rebah bergelimpangan
disambut ratapan keluarga
dan sanak saudara tercinta
betapa mudah sang durjana itu
memadam nafas manusiawi
meretap nadi yang berdenyut
dengan penuh kelicikan
tipu helah abadi..
Wahai Islamku
dengan qunut nazilah
atau harapan si Imam Mahadi
keazaman bukan sekadar
melafaz syahadah
tetapi mengisi benteng iman
dengan senjata mukmin
sisipan amali sains
kaca mata kecelikan teknologi
mentafsir godaan dan dugaan Zionis
..............................................................................................................................................

ReplyDeleteMy sweet friend, I translated your blog, very nice and interesting you site.
When you want to take refuge in good ballads of yesterday, today and forever in all languages and genres I invite you to visit my blog and listen me.
From this Saturday July 16th I pay tribute to Arab culture , Middle East songs,in Arabic lenguage.
I am a broadcaster of Argentina.
Best regards from Rosario-Argentina
Albert.